Get Adobe Flash player

Pajak Hiburan

Pajak Hiburan

  1. Dasar Hukum : Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 6 Tahun 2011 tanggal 27 September 2011 tentang Pajak Hiburan
  2. Pajak Hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan
  3. Hiburan adalah semua jenis tontonan, pertunjukan, permainan, dan/atau keramaian yang dinikmati dengan dipungut bayaran
  4. Objek Pajak Hiburan adalah jasa penyelenggaraan Hiburan dengan dipungut bayaran
  5. Hiburan sebagaimana dimaksud adalah:
    1. Tontonan film;
    2. Pagelaran kesenian, musik, tari dan/atau busana;
    3. Kontes kecantikan, binaraga, dan sejenisnya;
    4. Pameran;
    5. Diskotik, karaoke, klab malam dan sejenisnya;
    6.  Sirkus, akrobat dan sulap;
    7. Permainan bilyar, golf dan boling;
    8. Pacuan kuda, kendaraan bermotor dan permainan ketangkasan;
    9.  Panti pijat, refleksi, mandi uap/spa dan pusat kebugaran (fitness center);
    10.  Pertandingan olah raga;
    11. Tempat wisata, taman rekreasi, taman hiburan keluarga, kolam  renang dan sejenisnya;
    12.  Kolam pemancingan/penangkapan ikan, dan sejenisnya.
    13.  Pertunjukan dan keramaian umum lainnya yang dipungut bayaran tidak termasuk pada huruf a sampai dengan l
  6. Subjek Pajak Hiburan adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati Hiburan;
  7. Wajib Pajak Hiburan adalah orang pribadi atau Badan yang menyelenggarakan Hiburan
  8. Dasar pengenaan Pajak Hiburan adalah jumlah uang yang diterima atau yang seharusnya diterima oleh penyelenggara Hiburan
  9. Tarif Pajak Hiburan :

(1)      Dikenakan tarif pajak 10% untuk hiburan sebagai berikut:

  1. Pagelaran kesenian tradisional;
  2. Pagelaran musik tradisional;
  3. Pagelaran tari tradisional.

(2)      Dikenakan tarif pajak 15% untuk hiburan sebagai berikut:

  1. Pasar malam, termasuk korsel, komedi putar dan sejenisnya;
  2. Pertunjukan sirkus, akrobat, sulap;
  3. Pameran seni/budaya;
  4. Pacuan kuda, kendaraan bermotor dan permainan ketangkasan sejenisnya;
  5. Kolam pemancingan/penangkapan ikan, dan sejenisnya;
  6. Persewaan video, kaset, laser disk, dan sejenisnya;
  7. Pertandingan olah raga;
  8. Permainan bilyar;
  9. Pusat kebugaran (fitness center);
  10. Tempat wisata, taman rekreasi, taman hiburan keluarga, kolam  renang dan sejenisnya;
  11. Pertunjukan dan keramaian umum lainnya yang memungut bayaran yang tidak termasuk dalam ayat (1) sampai dengan ayat (3).

(3)      Dikenakan tarif pajak 30% untuk hiburan sebagai berikut:

  1. Pameran/pagelaran busana;
  2. Kontes kecantikan, binaraga dan sejenisnya;
  3. Diskotik, karaoke, klab malam dan sejenisnya;
  4. Golf dan boling;
  5.  Panti pijat/refleksi, kecuali panti pijat tuna netra;
  6. Mandi uap/spa;
  7. Pertunjukan/pagelaran musik dan tari non-tradisional;

(4)      Untuk hiburan berupa tontonan film di gedung bioskop atau mobil keliling dikenakan tarif pajak sebagai berikut:

Harga Tanda Masuk (HTM) Besarnya Pajak
Di bawah Rp 10.000

Rp 10.000 s.d. Rp 15.000

Di atas Rp 15.000

5%

10%

15%

Besaran pokok Pajak Hiburan yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan dasar pengenaan pajak

Masa Pajak adalah jangka waktu 1 (satu) bulan kalender

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>